/** **/

Sukses

Jelang Mudik, Sopir Terminal Giwangan Yogyakarta Jalani Tes Urine

Liputan6.com, Yogyakarta - Pengemudi bus terutama sopir dan kernet di Terminal Giwangan, Yogyakarta, melakukan tes urine menjelang arus mudik. Tes urine ini diperlukan demi menjamin keselamatan penumpang yang akan mudik dan balik Lebaran 2014.

"Kita lakukan tes urine saat arus mudik pada tanggal 21, 24, 25 Juli di Terminal Giwangan dan Terminal Jombor. Begitu juga saat arus balik pada tanggal 2 di Giwangan dan 4 di Jombor," ujar Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DI Yogyakarta Siti Alfiah di Terminal Giwangan, Yogyakarta, Senin (21/7/2014).

Siti menjelaskan, jika ditemukan pengemudi atau sopir bus yang menggunakan dopping maka pihaknya akan memberi rekomendasi kepada sopir itu untuk tidak melanjutkan aktivitasnya. Sementara sopir itu akan direhabilitasi jika terbukti menyalahgunakan obat terlarang.

"Sangat berpengaruh sekali demi keselamatan penumpang. Kita akan tahan dulu tidak boleh melanjutkan sampai diadakan pemeriksaan. Jika ditemukan akan direhabilitasi," ujar Siti.

Pantauan Liputan6.com sopir bus mengambil botol kecil penampung urine lalu menuju ke toilet. Urine yang sudah ditampung dalam botol kecil ini nantinya akan dicek dengan menggunakan 6 parameter.

Staf bidang pemberantasan BNN Alifah Kusuma menjelaskan, 6 parameter ini nantinya akan mengetahui apakah sopir tersebut menggunakan obat terlarang seperti sabu, ekstasi, dan ganja. Staf BNNP Yogyakarta ini menggunakan alat sekali pakai yang disebut rapid diagnostic test.

"Ada 6 parameter untuk mengetahui penyalahgunaan narkoba yaitu (coc) kokain, ektasi(amp), sabu(met), heroin (mop), obat penenang (bzo) dan ganja (tht)," ujar Alifah.

Hingga pukul 11.36 WIB, belum ditemukan indikasi  adanya sopir maupun kru bus yang terbukti menyalahgunakan obat terlarang. (Mut)