Sukses

Puasa dan Dampak Performa Pemain di Lapangan Hijau

Liputan6.com, Jakarta - Pengaruh puasa terhadap performa para pemain Muslim di sepak bola hampir selalu jadi perbincangan. Ada asumsi mengatakan kalau puasa punya pengaruh signifikan terhadap penampilan pemain.

Alhasil, beberapa pemain Muslim pun memilih untuk tak berpuasa di bulan Ramadan. Alasannya, mereka ingin menjaga performa tetap prima.

Namun demikian, cerita berbeda dimiliki mantan pemain Sevilla yang kini telah pensiun, Frederick Kanoute. Diketahui, ia merupakan salah satu pemain Muslim yang tetap berpuasa selama Ramadan.

Bukan perkara mudah bagi Kanoute untuk tetap berpuasa. Pasalnya, siang hari di Spanyol lebih panjang. Matahari bersinar lebih dari 12 jam atau setengah tujuh pagi sampai pukul 8 malam.

""Saya selalu berusaha mentaati keyakinan dan menjalankan ibadah sebisa mungkin. Terkadang, sulit menjalankan ibadah puasa. Terlebih, ketika cuaca di Spanyol selatan terasa sangat panas. Alhamdullilah, saya mampu melakukannya," kata Kanoute.

Cerita luar biasa lain juga dipunyai tim nasional Aljazair sewaktu bermain di Piala Dunia 2014 lalu. Tidak tanggung-tangung, para pemain Aljazair tetap berpuasa meski bakal meladeni tim sekelas Jerman.

Pelatih timnas Aljazair ketika itu, Vahid Halilhodzic bahkan mengecam mereka yang menanyakan para pemainnya yang memilih berpuasa. "Ketika Anda menanyakan itu, Anda kurang memiliki rasa hormat dan tidak memiliki etika. Para pemain akan melakukan apa yang mereka inginkan dan saya ingin menghentikan kontroversi ini," dia menegaskan.

Sejauh ini, belum ada penelitian pasti puasa ikut mempengaruhi performa pemain di lapangan. Dr Yacine Zerguni, anggota Komite Medis FIFA dan Konfederasi sepak bola Afrika sempat melakukan penelitian dampak puasa terhadap pemain.

Selain faktor fisik, dia juga meneliti kondisi psikologis pemain. Hasilnya, banyak pemain tidak bisa beradaptasi dengan baik ketika berpuasa. Namun di sisi lain, ternyata kualitas spiritual meningkat.

"Ini ikut mempengaruhi fisik mereka," tulis dr Zerguni dalam jurnalnya. Namun dalam studinya, kondisi tubuh si pemain dapat menyesuaikan diri ketika sedang berpuasa.

 

 

Artikel Selanjutnya
Timnas Indonesia Minim Striker, Luis Milla Sanjung Boaz
Artikel Selanjutnya
Hanya Imbang Lawan Fiji, Luis Milla: Timnas Indonesia Butuh Waktu