Sukses

Mengetuk Pintu Hati: Bagaimana Berjalan di Jalan Allah

Liputan6.com, Jakarta - Seorang suami adalah kepala keluarga. Dalam Surat Anisa disebutkan, di dalam kewajiban seorang kepala rumah tangga adalah mencari nafkah untuk kebutuhan istri dan anak-anak.

Ada saat para sahabat ditanya oleh Nabi SAW, apakah orang yang berada sahid di jalan Allah, hanya orang yang terbunuh saat berperang?

Nabi menjelaskan kembali definisi orang yang berada di jalan Allah itu adalah siapa saja yang mencari nafkah untuk kedua orangtuanya, maka dia berada di jalan Allah SAW.

Dan barang siapa yang mencari nafkah untuk menghidupi istri dan anak-anaknya, maka dia juga berada di jalan Allah SAW.