Sukses

Nuaimiah, Menu Khusus Berbuka Puasa Masyarakat Sudan

Liputan6.com, Khartoum - Ada satu hidangan khusus yang harus selalu tersaji bagi setiap keluarga di Sudan. Masyarakat Sudan biasanya menyantap menu sup untuk berbuka puasa karena memberi efek hangat di dalam perut. Salah satunya adalah Nuaimiah yang menjadi hidangan unik bagi masyarakat Sudan bagian utara.

Nuaimiah adalah hidangan seperti sup yang terdiri dari komponen termasuk bawang kering, daging cincang, kacang rebus, saus tomat, tepung terigu, rempah-rempah dan laban atau yogurt.

Seperti dikutip dari Khaleej Times, Selasa (6/6/2017), memasuki bulan suci Ramadan sajian makanan untuk menu berbuka puasa di Sudan sangat beragam. Masyarakat Sudan memiliki hidangan spesial tersendiri dan beberapa di antaranya selalu ditemui di setiap rumah.

Banyak masyarakat Sudan yang menyukai Nuaimiah karena ringan di perut.

Untuk membuatnya, potong bawang dan digoreng dalam wajan berisi minyak sampai berubah warna menjadi keemasan. Kemudian masukkan daging cincang dan semua bumbu. Tambahkan air dan tutup selama 15 menit. Setelah itu beberapa bahan lainnya juga di tambah seperti kacang rebus, sedikit tepung dan juga yoghurt.

Tak hanya Nuaimiah, Ful Medames juga menjadi makanan khas bagi masyarakat Sudan selama bulan puasa. Bahan utamanya adalah kacang fava yang kemudian dimasak dengan waktu yang cukup lama hingga lumat. Makanan yang berasal dari Sudan ini biasanya disajikan dengan minyak sayur, jintan, peterseli, bawang merah, bawang putih, dan air jeruk lemon.

Selain di Sudan, makanan ini juga lumayan populer di Mesir, negara-negara Timur Tengah, Somalia, Djibouti, Eritrea, Ethiopia, dan Arab Saudi.

Ful Medames merupakan makanan pokok warga Sudan yang dimakan saat sarapan. Tapi saat Ramadan, makanan ini lebih populer dijadikan menu untuk berbuka atau membatalkan puasa.

Ful Medames juga memang terbukti mengandung gizi yang lengkap karena terdiri dari roti, acar sayuran, dan rempah daun segar yang disajikan di sisi piring seperti daun lalapan.

Artikel Selanjutnya
Kisah Ketupat Lebaran yang 'Menghilang' di KBRI Sudan
Artikel Selanjutnya
Jadwal Buka Puasa dan Imsak di 20 Kota pada Jumat 23 Juni 2017