Sukses

Menag: Nabi Muhammad Diutus untuk Tebar Rahmat, Bukan Menghujat

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Alquran diturunkan untuk memberikan berkah bagi umat manusia dan rahmat bagi alam semesta. Dan kehadiran Nabi Muhammad SAW merupakan teladan bagi umat manusia.

"Hakikatnya Rasul adalah penebar rahmat bagi kita semua. Wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin. (Dan tiadalah Kami mengutusmu, kecuali (sebagai) rahmat bagi alam semesta)," kata Lukman dalam tausyiah di Puncak Peringatan Nuzulul Quran, di Istana Negara, Senin, 12 Juni 2017.

Dalam satu riwayat yang disampaikan Abu Hurairah disebutkan, saat itu seorang sahabat sangat kesal dengan kaum musyrik. Sahabat ini lalu datang kepada Rasulullah dan meminta membinasakan kaum itu.

"Dengan tidak sabar meminta kepada Rasul agar mendoakan kebinasaan bagi para musyrikin itu bagi para orang orang musyrik itu," tutur dia.

Tapi jawaban Rasulullah tidak disangka. Kepada sahabat itu, Nabi Muhammad menegaskan dirinya tidak diutus untuk menghujat satu kaum. Tapi untuk menebar rahmat bagi semua umat.

"Rasulullah menyampaikan, inni lam tub'ak la'ana fainnama muizu rahmatan. Yang artinya, sesungguhnya Allah mengutus aku bukan sebagai penghujat atau pelaknat tapi sesungguhnya aku diutus sebagai orang yang menebar rahmat," imbuh Lukman.

Dengan peristiwa ini, Islam melalui Alquran dan teladan Rasulullah hadir di bumi agar memberikan rahmat. Tidak hanya hadir, rahmat itu bisa terwujud dan dirasakan bagi semua umat.

"Dan kita sebagai umat Islam dituntut untuk semaksimal mungkin," pungkas Lukman.

 

Saksikan video menarik ini:

Artikel Selanjutnya
Menag Lukman Minta Myanmar Hormati Hak Kemanusiaan Rohingya
Artikel Selanjutnya
Jelang Puncak Haji, Ini Pesan Khatib Masjidil Haram