Sukses

Cerita Tukang Korsel Ayun Keliling Selama Ramadan di Istanbul

Liputan6.com, Istanbul - Sebuah hiburan jalanan mengisi hari-hari anak kecil selama bulan suci Ramadan di Istanbul, Turki. Hiburan nostalgia tersebut adalah korsel ayun yang dibuat secara portable sehingga bisa dibawa kemana-mana.

Dikutip dari laman Daily Sabah, Rabu (14/6/2017) pemilik korsel ayun yaitu Mehmet Halit Atug mengaku telah menyediakan hiburan tersebut selama bertahun-tahun. Meski memasuki bulan suci Ramadan, kegembiraan itu terus berlanjut dan dapat menghibur anak-anak.

Sejak usia tujuh tahun Atug selalu menemani sang ayah yang juga bekerja sebagai tukang korsel ayun keliling. Pada usia 12 tahun sang ayah menilai Atug sudah siap untuk bekerja dan menyerahkan korsel ayun kepada dirinya.

Atug lahir di kota Mardin, namun pada suatu waktu keluarganya pindah ke Istanbul. Mula-mulanya, sang ayah mengikuti Atug dan melihat dari kejauhan apakah si anak dalam kondisi baik-baik saja. Setelah beberapa lama, Atug dapat mandiri dan menjalankan profesinya, menghibur anak-anak.

Sering kali, anak-anak yang tak mampu membeli tiket karnaval memanfaatkan kehadiran korsel ayun milik Atug.

Atug mengatakan, anak-anak kerap kali membentuk antrean panjang sebelum secara bergantian menaiki korsel ayunnya.

"Ini membuat saya bahagia dan memotivasi saya untuk bisa bekerja lebih giat," ujar Atug.

Suatu momen, Atug pernah bertemu dengan salah satu anak yang pernah menggunakan korsel ayun miliknya dan kini telah beranjak dewasa.

"Saya katakan kepada mereka bahwa saya telah mengayun mereka di korsel. Kini kalian sudah tumbuh dewasa," ujar Atug.

Ketika menyadari bahwa banyak anak yang tidak dapat menghafal nama mereka, ia mengambil inisiatif untuk mengubah namanya menjadi 'Saban'. Sebuah karakter film terkenal yang dimainkan oleh Kemal Sunal.

Suatu hari, koper berisi korsel ayun antik milik ayahnya yang berusia 30 tahun dicuri oleh seseorang. Hal itu membuat semua orang di keluarganya marah besar. Ketika telah dicari kemana-mana dan tak ditemukan akhirnya sang ayah membuat korsel ayun yang baru.

Selama berprofesi sebagai tukang korsel ayun keliling selama 20 tahun terakhir, Atug melihat bahwa ini adalah jalan terindah baginya untuk bertahan hidup.

"Saya tak punya banyak pilihan, ini adalah pekerjaan saya. Tapi saya percaya selama kita melakukan pekerjaan yang jujur kita akan mendapat pertolongan Tuhan," ujar Atuq.

Ia mengatakan, saat memasuki bulan suci Ramadan pekerjaan ini menjadi cukup berat.

"Saya merasa haus, rasanya sangat melelahkan. Tapi saya tahu perbuatan baik ini harus dilanjutkan," ujar Atug.

Artikel Selanjutnya
17 Tahun Jajakan Roti, Pasutri Asal Purworejo Akhirnya Naik Haji
Artikel Selanjutnya
Tak Kalah Unik, Begini Perayaan Idul Fitri di Riyadh