Sukses

Pemudik Diimbau Waspada Saat Lintasi Tol Fungsional

Liputan6.com, Jakarta Di masa mudik lebaran tahun ini, pemerintah akan memfungsikan sementara jalan tol sepanjang 402 Km yaitu masing-masing 327 Km bagian dari tol trans Jawa dan 65 Km bagian dari tol Trans Sumatera. 

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga, Arie Setiadi Moerwanto mengatakan kendaraan yang melintasi jalan tol tersebut diharapkan kecepatannya antara 30 Km per jam karena pada beberapa segmen jalan tol yang fungsional jenis kepadatan permukaannya berbeda-beda.

"Harus hati-hati batasi kecepatannya di sekitaran 30 Km per jam, karena beberapa spot ada turun naiknya," tutur Arie usai mencoba jalan tol fungsional trans Jawa hingga Surabaya belum lama ini.

Arie mencontohkan ruas tol Solo-Ngawi khususnya Mantingan-Karanganyar beberapa spot sudah beton lalu ada juga yang perkerasan awal. Dia melanjutkan dirinya telah berdiskusi dengan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk menyuruh masing-masing dari jalan tol fungsional untuk dilengkapi patok-patok Km sehingga pemudik mengetahui mereka sudah sampai wilayah mana.

Perhatian diberikan kepada jalan tol seksi III Semarang-Solo yaitu Bawen-Salatiga. Jalan tol yang hampir rampung konstruksinya tersebut, masih ada sedikit amblasan. Hal tersebut diminta jadi aspek yang turut dipantau oleh operatornya.

Dirjen Bina Marga juga menyoroti sempitnya jalan selepas gardu tol Salatiga di daerah Tingkir. Untuk itu dia memerintahkan agar ada manajemen lalu lintas yang baik agar tidak menyebabkan kemacetan nantinya.

4 Jalan Layang di Brebes dan Tegal

 

Jalan layang menjadi aspek penting menghadapi arus mudik lebaran tahun ini

Diluar jalan tol, ada pengerjaan 4 fly over di Kabupaten Brebes dan Tegal untuk menghindari perlintasan rel kereta api juga menjadi aspek penting menghadapi arus mudik lebaran tahun ini.

Untuk flyover Klonengan diharapkan operasional karena konstruksinya sudah selesai. Namun untuk tiga fly over lainnya yaitu Dermoleng, Kesambi dan Kretek baru tahap fungsional. Untuk Kretek sendiri memang progres fisiknya relatif tertinggal dibanding lainnya. Arie meyakini fly over tersebut tetap bisa dimanfaatkan pemudik.

"Bila tidak ada kejadian luar biasa, menurut perhitungan teman-teman pada tanggal 16 Kretek sudah bisa fungsional " imbuhnya.

Fly over sepanjang 700 meter tersebut pada mudik lebaran kali ini hanya boleh dilewati oleh kendaraan kecil. Sementara untuk bus dan kendaraan besar masih harus lewat jalan di bawahnya. Untuk bisa fungsional, Kretek menggunakan box girder dan rangka bailey.

Arie mengapresiasi kerja keras jajaran Ditjen Bina Marga yang bekerja keras selama 24 jam sehari untuk merealisasikan target empat fly over fungsional saat mudik lebaran.

Sebagai informasi, dalam sehari ada 70 kali lalu lintas kereta di jalur rel kereta tersebut. Jumlah tersebut meningkat menjadi 97 kali jelang arus mudik dan arus balik. Dengan asumsi satu kali kereta lewat, pintu perlintasan ditutup selama lima menit, dengan frekuensi 97 kali maka dalam satu hari, jalanan ditutup hampir 8 jam. Kondisi tersebut yang menyebabkan pada lebaran tahun lalu, pemudik mengalami kemacetan yang tinggi.

"Tahun lalu banyak pemudik yang terjebak kemacetan hingga 16 jam akibat konflik lalu lintas jalan dengan kereta. Mudah-mudahan dengan adanya empat fly over baru ini hal tersebut tidak terulang," pungkas Arie.

 

 

 

Powered By:

Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR

Artikel Selanjutnya
Dirjen Bina Marga: Jangan Andalkan Jalan Tol Trans Jawa Saja
Artikel Selanjutnya
Polisi Siapkan 2 Skenario Atasi Puncak Arus Balik