Sukses

LSM Malaysia Bantu Orang Tua Tunggal Selama Bulan Ramadan

Liputan6.com, Kelantan - Salah satu pintu amal yang dibuka untuk mendapatkan pahala selama bulan suci Ramadan adalah melalui sikap saling tolong menolong. Hal inilah yang dilakukan oleh Putra Malaysia sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Dikutip dari laman The Sun Daily, Kamis (15/6/2017) organisasi non-pemerintah ini mengambil inisiatif untuk membantu seorang ibu berstatus orang tua tunggal yang menjual makanan di sebuah pasar Malaysia selama bulan Ramadan. Makanan yang dijajakan berupa lauk pauk yang sengaja dijual sebagai menu berbuka masyarakat.

Ketua Putra Malaysia cabang Kelantan yakni Ahmad Amiruddin Ahmad Nizirin mengatakan, langkah tersebut diambil guna memastikan ibu tersebut dapat memperoleh hasil penjualan makanan dengan cepat sehingga dapat berbuka puasa dengan anak-anaknya yang ada di rumah.

"Ada seorang ibu yang terpaksa mengorbankan waktu mereka bersama orang-orang terkasih. Ibu itu harus meninggalkan anak-anaknya di rumah demi mencari nafkah. Padahal anaknya masih sangat kecil untuk ditinggal di dalam rumah," ujar Ahmad Amiruddin.

"Kami tak ingin melihat sang ibu berbuka puasa di warung tanpa anak-anaknya. Justru itu kami bantu agar semua itu tak terjadi," tambahnya.

Ahmad Amiruddin mengatakan, program keliling pasar Ramadan dipilih karena banyak yang orang tua renta yang berdagang di pasar selama bulan suci Ramadan.

"Kami biasanya akan datang lebih awal guna memastikan apakah ada orangtua tunggal dan renta yang berjualan disana. Dari pantauan banyak sekali orang-orang yang masuk dalam kriteria kami yang menjual makanan dan minuman tradisional," ujar Ahmad Amiruddin.

Sementara itu, orang tua tunggal yang bernama Wan Maznah Wan Jusoh (47) yang menjual aneka kue tradisional mengaku bersyukur warungnya dipilih oleh anggota LSM Putra Malaysia.

"Kalau seperti ini saya bisa melakukan buka puasa bersama lima anak saya yang ada di rumah," ujar Wan Maznah.

LSM Putra Malaysia ini telah memiliki 700 sukarelawan. Ratusan orang yang tergabung dalam organisasi itu tak mendapat upah berupa uang, sebab aktivitas itu dilakukan secara sukarela.

Artikel Selanjutnya
27 Tahun Nenek Penjual Ketan Diam-Diam Menabung untuk Naik Haji
Artikel Selanjutnya
Tak Disangka, Mereka Siap Berangkat Haji Tahun Ini