Sukses

DPR Minta 5 Persoalan Mudik Ini Tak Terulang

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis minta Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, dan mitra komisi V lainnya melakukan terobosan mengatasi lima persoalan yang selalu berulang saat mudik lebaran.

Kelima persoalan tersebut adalah kelaikan moda transportasi, kemacetan di ruas jalan tol, penanganan kendaraan roda dua, harga karcis, dan pelayanan informasi kepada masyarakat.

"Harus ada hal baru yang dilakukan sehingga persoalan yang berulang mudik lebaran di bidang infrastruktur diminimalisir," ujar Fary di Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Ia mengatakan jika Komisi V telah rapat koordinasi bersama mitranya dalam rangka persiapan infrastruktur mudik. Dalam pertemuan tersebut, kata dia, pemerintah telah menjelaskan terobosan yang akan ditempuh untuk mencegah maupun mengurai kemacetan serta memastikan kelaikan bus pengangkut penumpang mudik.

"Salah satu terobosan ialah melakukan ramp check pada bus untuk menjamin bus tersebut layak mengangkut penumpang. Bus yang sudah lolos ramp check dipasangkan stiker, sedangkan bus yang tidak dipasang stiker jangan diperbolehkan masuk terminal," papar dia.

Menurutnya, informasi mengenai langkah-langkah yang diambil pemerintah harus disampaikan juga kepada masyarakat seperti melalui videotron yang dipasang di pintu masuk tol. Saat ini, kata Fary, pemerintah telah memasang videotron di dua titik dari enam titik yang direncanakan.

Dia lalu bercerita kalau dirinya baru saja kembali dari kunjungan ke sejumlah ruas jalan tol mulai dari Surabaya, Mojokerto, Jombang, Ngawi, dan Solo. Ruas jalan itu menurut Fary sudah bisa dimanfaatkan untuk mengurai kemacetan.

"Saat ini sudah ada alat untuk mengontrol jumlah kendaraan di tol. Jika sudah melewati kapasitas, akan dialihkan ke ruas jalan yang lain," ucap politikus Partai Gerindra ini.

Dengan menyampaikan informasi secara akurat kepada penumpang, dia berharap persoalan yang berhubungan dengan mudik dapat diatasi, termasuk informasi mengenai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mobile yang disiapkan oleh PT Pertamina.

"Pertamina janji mengantarkan bahan bakar menggunakan sepeda motor untuk kendaraan yang kehabisan bahan bakar di tol. Informasi ini juga harus sampai kepada masyarakat," jelas Fary.

Saksikan video menarik di bawah ini:

Saksikan video menarik berikut:

Artikel Selanjutnya
DPR Dukung Pemecatan Oknum Pejabat Mafia Tanah
Artikel Selanjutnya
Agung Laksono Berharap DPR Bebas Korupsi di Usia ke-72