Sukses

Berkah Ramadan, Dua Polisi Jawa Timur Dapat Kaki Palsu

Liputan6.com, Surabaya - Dua personel Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) mendapatkan berkah di bulan Ramadan berupa kaki palsu. Mereka adalah Kopral Polisi Satu (Koptu) Brimob Joko Sumantono dan Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Dwiniarto Prasetyo.

Kapolda Jatim Irjen Pol Mahfud Arifin didampingi Kabid Humas Kombes Frans Barung Mangera beserta Kabiddokes Kombes Pol Budi menyerahkan bantuan kaki palsu tersebut kepada kedua polisi tersebut di Gedung Tri Brata Markas Polda Jatim, Jalan A Yani, Kota Surabaya.

Kapolda menuturkan, ia awalnya mendapatkan surat dari Koptu Brimob Joko yang menceritakan tentang kondisi yang dialaminya.

"Ketika ada surat kepada saya untuk dibikinkan kaki palsu, saya perintahkan kabid dokkes untuk menindaklanjuti dan mencari anggota atau pensiunan yang dapat diberikan bantuan kaki palsu," ucap Kapolda Jatim, Kamis, 22 Juni 2017.

Mahfud juga memerintahkan kepada setiap kapolres jajaran Polda Jatim untuk mencari purnawirawan maupun anggota aktif yang mengalami musibah dan cacat pada kakinya, agar diberikan bantuan kaki palsu.

"Sekarang baru ketemu dua (penerima bantuan kaki palsu). Saya minta para kapolres jajaran, juga memberikan bantuan. (Menjadi korban dan cacat) karena menjalankan tugas atau kecelakaan dan mereka perlu dibantu," kata dia.

Bantuan kaki palsu tersebut tidak harus ditanggung sendiri. Menurut Kapolda Jatim, kabid dokkes ataupun kapolres jajaran, dapat memberikan bantuan bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki dana CSR (corporate social responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan).

"Saya berharap anggota dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Semoga tidak ada yang menjadi korban kecelakaan. Kalaupun ada, kita akan berusaha memberikan bantuan," ujar dia.

Koptu Brimob Joko Sumantono merupakan pensiun dini akibat kaki kirinya terkena ranjau saat tugas di Timor Timor, tahun 1976. Dia pun bangga dan senang mendapat bantuan kaki palsu tersebut karena bisa meringankan bebannya.

"Saya bangga dapat bantuan kaki palsu. Dibandingkan dengan kaki palsu yang lama, yang ini gerakannya lebih ringan dan nyaman untuk berjalan," ujar Djoko.

Sedangkan Bripka Dwiniarto Prasetyo masih menjadi anggota aktif di Polsek Gayungan, Surabaya. Dia kehilangan kakinya akibat kecelakaan lalu lintas sepulang tugas dinas.

"Desember 2010, saya pulang setelah piket pagi, saya mengalami kecelakaan lalu lintas. Kaki kiri saya diamputasi enam centimeter di atas lutut," tutur Dwiniarto.

Koptu brimob Joko Sumantono dan Bripka Dwiniarto Prasetyo, dua anggota Polda Jatim, mendapatkan berkah di bulan Ramadan berupa kaki palsu. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Selama pengobatan, ia memang mendapatkan asuransi dari dinas. Namun, untuk kaki palsu, dia merogoh kocek sendiri dan sempat membuat frustrasi. Sebab, harga kaki palsu tidaklah murah, mencapai belasan juta rupiah.

"Ya, sempat frustrasi, karena biayanya sendiri. Dengan adanya bantuan dari dinas ini, sangat meringankan beban," sebut dia.

Dwiniarto mengatakan pula, selama menggunakan kaki palsu, ia menjaga pola makannya.

"Badan tidak boleh kurus dan tidak boleh kegemukan, badan harus stabil," ujar dia.

Adapun kaki palsu yang diberikan kepada dua polisi tersebut berasal dari produk Solo melalui agen Sidoarjo, spesialis terbaik untuk kaki palsu.


Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Bayi Baru Lahir Dibuang di Kebun Pisang Dirawat Warga Bogor
Artikel Selanjutnya
Aksi Kocak Para Pejudi Sabung Ayam saat Digerebek Polisi Kebumen