Sukses

Kesamaan Tradisi Idul Fitri Masyarakat Indonesia dan Irak

Liputan6.com, Baghdad - Menyambut Hari Raya Idul Fitri, masyarakat muslim dunia pasti memiliki tradisi dan persiapan khusus. Sama halnya dengan masyarakat Indonesia, warga Irak juga melakukan beberapa tradisi yang tak jauh berbeda.

Menjelang hari-hari terakhir Ramadan, masyarakat Irak memiliki kebiasaan khusus.

Dikutip dari laman Wort.lu, Senin (26/6/2017), masyarakat Irak biasanya mempersiapkan kondisi rumah dengan baik, yaitu membersihkan rumah dari debu dan kotoran yang menempel. Setiap anggota keluarga harus ambil bagian dari tradisi tersebut.

Tak hanya itu, kebiasaan lain yang dilakukan adalah membeli baju baru untuk anak-anak. Selain itu para ibu-ibu juga membeli makanan pencuci mulut untuk hari raya.

Pada malam hari sebelum Idul Fitri dimulai, kaum perempuan juga menyiapkan makanan kering yang diisi dengan kurma.

Pagi pertama Idul fitri, orang-orang berdoa di masjid mengenakan pakaian baru dan saling bertukar harapan satu sama lain.

Pada hari raya, anak-anak akan menerima Eidia yaitu sejumlah uang kecil untuk membeli apapun yang mereka inginkan. Beberapa keluarga juga mengunjungi kuburan pada pagi hari dan membawa bunga untuk mengingat orang-orang yang telah mendahului mereka.

Hal serupa yang dilakukan anak-anak Irak saat lebaran ialah mengetuk rumah tetangga untuk bersilahturahmi. Mencicipi hidangan dan kue-kue kering. Setelah itu, perjumpaan ditutup dengan pemberian hadiah kepada anak-anak.

Saat berkumpul di Hari Raya Idul Fitri, anak-anak akan bermain game sambil menyanyikan lagu populer.

Setiap tahun masyarakat Irak selalu berdoa agar negaranya aman dari serangan teror dan konflik, sehingga mereka dapat hidup dengan damai.

Terlepas dari kesulitan yang mereka alami, warga tetap mempertahankan cita-cita masa lalu dan warisan mereka serta melakukan yang terbaik untuk mempertahankan masa depan mereka.

Artikel Selanjutnya
PM Trudeau: Idul Adha Refleksikan Kontribusi Islam bagi Kanada
Artikel Selanjutnya
Makna Kurban di Mata Wali Kota Bogor dan Pakar Ekonomi Syariah