[VIDEO] Jelang Ramadan, FPI Razia Tempat Hiburan Malam

  • Kabar Ramadan
  • 0
  • 08 Jul 2013 05:05

fpi-razia-130708a.jpg

Menjelang bulan suci Ramadan, ratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) di beberapa daerah merazia sejumlah tempat hiburan seperti di Kota Depok, Jawa Barat dan Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam aksinya mereka meminta pengelola tempat hiburan malam agar tidak beroperasi selama bulan Ramadan.

Di Depok, massa FPI merazia sejumlah toko yang menjual minuman keras. Puluhan anggota FPI ini menggerebek sebuah warung yang secara sembunyi-sembunyi menjual minuman keras. Anggota FPI kemudian meminta pemilik warung untuk menutup warungnya. Massa FPI kemudian menyita beberapa botol minuman keras, namun aksi tidak berkembang anarkis karena dikawal ketat polisi.

Ketua FPI Depok Habib Idrus Algadri mengatakan, pihaknya melarang anggota FPI merazia warung dan toko. Namun dirinya meminta semua pihak menghormati bulan Ramadan.

Sebelum men-sweeping warung dan toko penjual miras, massa FPI melakukan konvoi kendaraan bermotor di sejumlah jalan protokol di Kota Depok, untuk meminta pengelola pusat perbelanjaan, hotel dan kafe untuk menghormati kesucian bulan Ramadan.

Namun disayangkan, saat konvoi, massa FPI tidak mematuhi aturan lalu lintas, seperti tidak menggunakan helm dan melanggar lampu lalu lintas.

Dalam Liputan 6 Pagi SCTV, Senin (8/7/2013), di Makassar, Sulawesi Selatan, ratusan anggota FPI mengawal razia dengan konvoi keliling kota, untuk mengkampanyekan seruan umat non muslim untuk menghargai bulan suci Ramadan.

Konvoi juga dilakukan untuk menyosialisasikan Perda Kota Makassar, mengenai penutupan sementara tempat hiburan, seperti panti pijat, biliar dan lainnya, selama bulan Ramadan.

Masa menyerukan agar warung makan untuk ditutup saat bulan puasa hingga menjelang buka puasa. Aksi ini sempat ricuh saat FPI melakukan sosialisasi di salah satu tempat hiburan di Jalan Pengayoman. Mereka meminta pengelola untuk menurunkan gambar wanita yang dinilai tidak pantas.

Mendengar permintaan masa dan menghindari ketegangan, pemilik tempat hiburan akhirnya memilih mengalah, dengan menurunkan reklame bergambar seronok itu. (Edo/Riz)

Credit: Rizki Gunawan


Related Articles