Bingung, Pasangan Usianya Lebih Muda

on



Tanya

Mbak Peggy, aku tuh punya pacar. Tapi usianya empat tahun lebih muda dari aku. Mungkin nggak sih Mbak kalau aku menikah dengan dia? Bagaimana menghadapi pria yang lebih muda dari aku setelah menikah?

Yessy, 26 tahun, Jakarta


Peggy Menjawab:

Assalamu’alaikum Yessy sayang,

Semoga kabar Yessy ada dalam keadaan sabar pada setiap peristiwa dan ikhlas. Aamiin.

Menjawab pertanyaan Yessy ada dua hal yang ingin saya sampaikan. Pertama, tentang pasangan lebih muda. Berdasarkan pengalaman hidup yang saya jalani, bahwa usia “hanyalah” penanda dari berapa lama seseorang sudah ada di muka bumi dan tidak serta merta menandakan tingkat kematangan/kemapanan dalam segala sisi. Dengan demikian, keberhasilan hubungan antar dua manusia (laki-laki dan perempuan) tidak selalu ditentukan oleh umur siapa lebih muda dan tua, tetapi lebih pada kesadaran kedua belah pihak yang bersepakat, saling dukung, saling toleransi, saling memahami dan menjaga kebersamaan dalam hidup yang terus tumbuh dan berkembang.

Tentu, setiap hubungan punya kekhasannya masing-masing, demikian juga dengan hubungan dimana perempuan berusia lebih tua. Kedua belah pihak harus lebih dulu sadar tentang hal itu sehingga pola menjalani hubungan juga terbentuk dengan dasar kesadaran tadi. Hal-hal kecil, seperti misalnya, sang laki-laki masih punya hobi yang membuatnya seperti asik dengan dunianya sendiri, sementara si perempuan sudah melewati fase itu dan hobi bukan lagi sesuatu yang bisa menempatkannya pada “dunia sendiri”. Kalau tidak ada kesadaran dari kedua belah pihak, maka potensi konflik menjadi tinggi. Tetapi apabila sudah dimulai dengan kesadaran terhadap adanya perbedaan fase, maka yang satu akan menjadi kawan baik bagi yang lain dalam memahami, dan bisa lebih relax menghadapinya.. Begitu juga untuk hal-hal lainnya dalam relasi yang berjalan. Jadi saya pikir, soal kemungkinan menikah dengan laki-laki yang lebih muda, tentu saja mungkin. Menikah bukan tergantung pada usia masing-masing, melainkan komitmen.

Kalau soal bagaimana menghadapi suami yang lebih muda, tentu sama saja seperti bagaimana Islam mengajarkan, suami adalah pemimpin dalam rumah tangga, seperti tertera dalam firman Allah SWT yang artinya :

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi, para suami mempunyai kelebihan satu tingkat daripada istrinya” (Qur’an Surah Al Baqarah ayat 228)

Dan tentu laki-laki juga harus menjaga pasangannya. Saya pernah membaca sebuah riwayat hadits dari Siti Aisyah Radhiyallahu ‘anha :

“Dahulu Nabi SAW mengerjakan sebagian pekerjaan istrinya, dan bila beliau mendengar suara adzan dikumandangkan, maka beliau bergegas menuju masjid (Hadits Riwayat Bukhari)

Satu lagi, sebuah riwayat Hadits :

Rasulullah SAW pernah ditanya tentang hak istri atas suaminya dan beliau menjawab :

“Kamu memberi makan kepadanya, jika kamu makan; dan kamu memberi pakaian untuknya, jika kamu memakai pakaian. Dan janganlah kamu memukul wajah, menjelek-jelekannya dan jangan pula mendiamkannya kecuali di dalam rumah” (Hadits Riwayat Abu Daud dan Ahmad)

Maka sudah semestinya suami dan istri saling jaga, saling bantu, saling kasih mengasihi.

Yang kedua yang ingin saya sampaikan adalah mengenai pacaran. Kalau saya boleh menyarankan, segeralah mengambil langkah yang lebih baik, yaitu menikah. Jika belum waktunya menikah, maka jagalah diri sebaik-baiknya dari hal yang mendekatkan pada dosa. Ingatlah selalu bahwa Allah SWT adalah kebaikan dan BELIAU menyukai yang baik-baik. Yang halal. Jadi, karena pacaran itu belum halal, maka hati-hati dalam berhubungan ya, baik bagi laki-laki maupun , terutama, perempuan. Agar Allah SWT lebih ridha pada diri kita. Semoga Yessy dimudahkan dalam mencapai kebaikan-kebaikan. Aamiin.

Wassalam,

Peggy Melati Sukma

Suka artikel ini?

0 Comments